Menjadi Terali Bahu: Pengalaman Seorang Wanita dalam Keluarga


Menjadi terali bahu dalam sebuah keluarga adalah tugas yang tidak mudah. Sebagai seorang wanita, saya merasa memiliki pengalaman yang berharga dalam peran ini. Menjadi terali bahu berarti menjadi sandaran dan penopang bagi seluruh anggota keluarga.

Menurut psikolog keluarga, Dr. John Gottman, “Seorang terali bahu dalam keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keharmonisan dan keutuhan keluarga.” Dalam setiap langkah yang diambil, seorang terali bahu harus mampu memberikan dukungan dan kehangatan kepada seluruh anggota keluarga.

Pengalaman saya sebagai seorang wanita dalam keluarga telah mengajarkan saya banyak hal. Saya belajar bahwa menjadi terali bahu bukanlah tentang menanggung beban sendirian, tetapi tentang bekerja sama dengan seluruh anggota keluarga untuk mengatasi segala rintangan dan tantangan yang dihadapi.

Dalam buku “The Seven Principles for Making Marriage Work,” Dr. John Gottman juga menekankan pentingnya kerja sama dalam sebuah keluarga. Menjadi terali bahu berarti saling mendukung dan memahami satu sama lain, tanpa ada rasa egoisme atau kesombongan.

Saya percaya bahwa setiap wanita memiliki potensi untuk menjadi terali bahu yang kuat dan tangguh dalam keluarga. Dengan kesabaran, keikhlasan, dan cinta yang tulus, kita dapat menjalani peran ini dengan baik. Seperti yang dikatakan oleh Mother Teresa, “Kita tidak dapat melakukan sesuatu sendirian. Kita harus bekerja sama sebagai satu keluarga untuk mencapai kebahagiaan dan kedamaian bersama.”

Sebagai seorang wanita, saya merasa bangga dan bersyukur bisa menjadi terali bahu dalam keluarga saya. Pengalaman ini telah membentuk saya menjadi pribadi yang lebih kuat dan bijaksana. Saya berharap dapat terus memberikan dukungan dan kebaikan bagi keluarga saya, serta menjadi teladan yang baik bagi generasi mendatang. Menjadi terali bahu bukanlah sebuah beban, melainkan sebuah anugerah yang harus disyukuri dan dijalani dengan penuh cinta dan kasih sayang.