Mempertahankan Tradisi Terali Bahu dalam Keluarga Indonesia


Mempertahankan Tradisi Terali Bahu dalam Keluarga Indonesia

Tradisi terali bahu merupakan salah satu nilai yang sangat dijunjung tinggi dalam budaya Indonesia. Konsep ini mengajarkan pentingnya saling tolong menolong dan saling membantu antar anggota keluarga. Terali bahu juga menjadi simbol solidaritas dan persatuan dalam menghadapi segala cobaan dan rintangan dalam kehidupan sehari-hari.

Menjaga tradisi terali bahu dalam keluarga Indonesia bukanlah hal yang mudah, terutama di tengah arus globalisasi dan modernisasi yang semakin mempengaruhi pola pikir dan perilaku masyarakat. Namun, penting bagi kita untuk tetap mempertahankan nilai-nilai luhur ini guna menjaga keutuhan dan keharmonisan keluarga.

Menurut Prof. Dr. A. Supratiknya, seorang ahli budaya Indonesia, tradisi terali bahu merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun keluarga yang kuat dan harmonis. Beliau menekankan pentingnya gotong royong dan saling mendukung antar anggota keluarga agar dapat mengatasi segala masalah bersama-sama.

Sudah menjadi tugas kita sebagai generasi muda untuk mewariskan dan memperkuat tradisi terali bahu ini kepada generasi selanjutnya. Dengan mempraktikkan nilai-nilai gotong royong dan saling tolong menolong, kita dapat menciptakan keluarga yang sejahtera dan bahagia.

Sebagai contoh, Bapak Budi, seorang kepala keluarga di desa Sumber Rejo, Jawa Timur, menjalankan tradisi terali bahu dalam keluarganya dengan penuh kesadaran. “Kami selalu saling membantu dalam segala hal, mulai dari urusan rumah tangga hingga urusan pertanian. Dengan begitu, kami merasa lebih dekat dan bersatu sebagai keluarga,” ujarnya.

Dalam era digital ini, kita juga dapat memanfaatkan teknologi untuk memperkuat tradisi terali bahu dalam keluarga. Melalui grup WhatsApp keluarga atau media sosial lainnya, kita dapat berbagi informasi, saling memberi dukungan, dan merencanakan kegiatan bersama untuk mempererat hubungan keluarga.

Dengan mempertahankan tradisi terali bahu dalam keluarga Indonesia, kita tidak hanya mampu menjaga keutuhan keluarga, tetapi juga turut serta membangun fondasi yang kokoh bagi generasi mendatang. Mari kita jaga dan lestarikan nilai-nilai luhur ini demi kelangsungan harmoni dan kebahagiaan keluarga Indonesia.