Tantangan dalam terapi tuberkulosis anak-anak memang tidak bisa dianggap enteng. Tuberkulosis atau TB merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan dapat menyerang siapa saja, termasuk anak-anak. Menangani TB pada anak-anak memang memiliki tantangan tersendiri, baik dalam hal diagnosis maupun terapi yang diberikan.
Menurut dr. Adi Utarini, seorang ahli TB dari Universitas Gadjah Mada, “Tuberkulosis pada anak-anak seringkali sulit didiagnosis karena gejalanya mirip dengan penyakit lain seperti flu biasa atau infeksi saluran pernapasan lainnya. Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting dalam menangani TB pada anak-anak.”
Selain itu, terapi tuberkulosis pada anak-anak juga memerlukan kesabaran dan ketelitian yang tinggi. Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, tingkat kesembuhan TB pada anak-anak masih cukup rendah, yakni sekitar 70%. Hal ini menunjukkan bahwa terapi yang diberikan belum optimal.
Dokter anak dr. Nina Dewi, mengatakan bahwa “Tantangan utama dalam terapi tuberkulosis pada anak-anak adalah lamanya durasi pengobatan dan efek samping dari obat-obatan TB.” Terapi TB pada anak-anak biasanya memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan orang dewasa, yakni sekitar 6-9 bulan. Selain itu, efek samping seperti mual, muntah, dan gangguan pencernaan juga sering terjadi pada anak-anak yang menjalani terapi TB.
Untuk mengatasi tantangan dalam terapi tuberkulosis anak-anak, diperlukan kerjasama antara orang tua, tenaga kesehatan, dan pemerintah. Orang tua perlu memahami pentingnya konsistensi dalam memberikan obat kepada anak-anak, sedangkan tenaga kesehatan perlu memberikan edukasi yang tepat mengenai TB pada anak-anak.
Pemerintah juga perlu meningkatkan aksesibilitas terhadap pelayanan kesehatan untuk mendeteksi dan menangani TB pada anak-anak secara dini. Dengan kerjasama yang baik, diharapkan tingkat kesembuhan TB pada anak-anak dapat meningkat dan mereka dapat tumbuh kembang dengan sehat.
Sebagai masyarakat, kita juga perlu meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan pengobatan TB pada anak-anak. Dengan begitu, kita dapat bersama-sama mengatasi tantangan dalam terapi tuberkulosis anak-anak dan menciptakan generasi yang lebih sehat di masa depan.
