Manfaat Terapi Ikan bagi Anak-Anak dengan Gangguan Perkembangan


Manfaat Terapi Ikan bagi Anak-Anak dengan Gangguan Perkembangan

Terapi ikan merupakan metode yang mulai populer belakangan ini dalam membantu anak-anak dengan gangguan perkembangan. Banyak orang yang mungkin masih belum familiar dengan konsep terapi ini, namun manfaatnya sudah terbukti secara ilmiah. Terapi ikan dapat memberikan stimulasi sensorik yang positif bagi perkembangan anak-anak, terutama bagi mereka yang mengalami gangguan perkembangan seperti autis atau ADHD.

Menurut dr. Ayu Kusuma, seorang psikolog klinis anak, terapi ikan dapat meningkatkan kemampuan anak dalam berinteraksi sosial. “Melalui sentuhan dan permainan dengan ikan, anak-anak belajar untuk lebih sensitif terhadap lingkungan sekitar dan juga belajar untuk berkomunikasi dengan cara yang lebih baik,” ujar dr. Ayu.

Selain itu, terapi ikan juga dapat membantu meningkatkan fokus dan konsentrasi anak-anak. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. Alan Silberberg, seorang ahli terapi hewan, interaksi dengan ikan dapat merangsang bagian otak yang bertanggung jawab atas perhatian dan fokus. Hal ini tentu sangat bermanfaat bagi anak-anak dengan gangguan perkembangan seperti ADHD yang seringkali mengalami kesulitan dalam mempertahankan perhatian.

Tidak hanya itu, terapi ikan juga memiliki efek menenangkan bagi anak-anak. Melihat ikan-ikan yang berenang dengan indah di dalam akuarium dapat membantu mengurangi tingkat kecemasan dan stres pada anak-anak. Hal ini diakui oleh Dr. Maria Garcia, seorang psikolog anak yang juga mendukung penggunaan terapi ikan sebagai salah satu metode intervensi yang efektif.

Dengan begitu banyak manfaat yang ditawarkan, tidak heran jika terapi ikan semakin digemari oleh orangtua yang memiliki anak dengan gangguan perkembangan. Namun, penting untuk selalu berkonsultasi dengan ahli terapi anak sebelum memutuskan untuk menjalani terapi ini. Konsistensi dan kesabaran dalam menjalani terapi juga merupakan kunci keberhasilan dalam memanfaatkan terapi ikan bagi anak-anak dengan gangguan perkembangan.